Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Spirit entrepreneurship

 


Spirit Entrepreneur

Spirit entreprenur itu maksudnya apa sih? Sebuah pertanyaan dengan jawaban yang sangat sulit dan panjang karena ini adalah sebuah proses panjang para pejuang yang dalam bahasa Indonesia sering kita panggil wirausahawan atau pengusaha.

Cashflow

Kita tahu dalam bukunya Robert Kiyosaki yang berjudul cashflow kuadrant, ada 4 arus cash uang yang dapat dimiliki yaitu pertama employee atau karyawan, kedua self-employee atau profesional small bisnis, ketiga big bussiness man atau pebisnis besar dan yang keempat investor. Nah dimana seorang wirausahawan ini berada posisinya?. Mereka berada di kuadrant yang kedua yaitu self-employee. 

Self Employee atau usaha kecil membangun usaha mereka sendiri pada awalnya. Tentu hal ini sangat berat karena semua hal haru sdia lakukan sendiri. Misal jika dia ingin merintis usaha toko online di marketplace tokopedia atau shopee dia harus mulai membangun toko sendiri disitu membuat akun, mengupload produk, membalas chat pembeli, mempacking pesanan, mengirim pesnan ke agen JNE misal dan lain sebagainya. Itu juga dia harus belajar agar bagaimana tokonya ramai dia harus membayar iklan dan menganalisis market yang sedang tren. Belum lagi harus live mempromosikan produknya di shopee ada fiturnya.

Mindset

Jika Anda melihat film Thailand Top Secret BIllionaire, Anda pasti paham dia berusaha keras membangun usaha dari jualan item game, jualan dvd, jualan kacang hingga akhirnya sukses menjadi seorang pengusaha kaya di bidang cemilan makanan. Memang menjadi seorang entrereneur adalah sebuah gagal, gagal dan gagal hingga akhirnya entah sampai meninggalkan pun mungkin hidupnya akan gagal. Tetapi itulah jalan yang dia pilih, jalan yang dia nikmati dipikirkan dan diputuskan. 


Anda bisa saja menyerah dan kembali melamar kerja dan menjadi karyawan yang taat di sebuah perusahaan besar dengan gaji tiap hari dan lancar. Hidup dalam kenyamanan dalam kebiasaan yang sama dan itu baik dan bagus bagi kebanyakan orang karena memang hal seperti itulah yang mereka butuhkan, kenyamanan dan keamanan kerja dan pemasukan uang. Tetapi bagi seorang entrepreneur sejati, bekerja tanpa digaji adalah hal yang harus dia lakukan setiap, bahkan apa yang dia lakukan nantinya gagal tetapi inilah kehidupan yang harus mereka lalui. Inilah spirit entrepreneur yang harus ada di setiap diri mereka.


Kadang memang tidak menjamin untuk bisa menjadi sukses dan memiliki usaha besar seperti dalam film2 yang sukses. Tetapi ada kesempatan untuk menjadi sukses dan besar. Kita bisa melihat sebuah perusahaan yang besar dimulai dari Tokopedia, Apple, Google, Facebook dan lain sebagainya awalnya hanyalah sebuah usaha kecil dengan 1 orang atau hanya beberapa kecil orang yang bersama sepakat membangun itu. Hingga sekarang perusahaan itu mampu memiliki banyak karyawan dan menghidupi mereka dengan gaji.


Itulah yang membedakan karyawan dan entrepreneur. karyawan dibayar gajinya sekarang sedangkan entrepreneur tidak digaji atau digaji nanti saat usahanya berjalan bagus. Mindset gaji tentu sangat penting disini. Karena gaji juga merupakan sebuah candu bagi orang agar pikiran mereka malas untuk bisa membuka atau mencoba hal baru seperti membuat usaha. Bagi entrepreneur mereka bekerja demi impian yang mereka percayai. Untuk uang, gaji atau pemasukan mereka tetap memikirkan tetapi bukan itu yang harus dipikirkan di awal membangun usaha. Tetapi hal lain yang lebih dari itu, uang adalah hasil. Pola pikir yang berbeda ini membuat seorang entrepreneur harus belajar lebih dan ekstra, harus lebih merasakan kegagalan berkali-kali, belajar dari pengalaman hingga akhirnya kata sukses dapat mereka raih.


Proses inilah tentu tidak mudah mungkin seorang entrepreneur harus kehilangan waktu untuk bersenang-senang dengan teman pasangan bahkan dengan keluarga. Karena bekerja, belajar dan berusaha untuk berhasil mewujudkan impian adalah jalan hidup mereka para entrepreneur sejati. Semoga kulisan tentang spirit entreprenur ini bermanfaat. salam...

Posting Komentar untuk "Spirit entrepreneurship"